Dalam Al-Qur’an Allah berulang kali menyebutkan kata zaitun yaitu sebanyak tujuh kali, bahkan Allah
bersumpah dengan nama zaitun sebagaimana firman-Nya,
“Demi
buah Tin dan buah zaitun”(Q S. At Tiin :1)
Firman Allah yang menyebutkan tentang buah zaitun yang lain yaitu,
“Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti
sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di
dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkah, yakni pohon zaitun yang
tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah baratnya, yang
minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas
cahaya berlapis-lapis, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia
kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah
Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nur: 35)
Rosulullah SAW bahkan telah mengkonsumsi minyak zaitun secara rutin. Selama ini minyak zaitun telah
dipercaya mampu memberikan efek positif bagi kesehatan
tubuh. Penelitian saat ini menyatakan bahwa minyak
zaitun mampu mengurangi resiko
terjadinya penyakit jantung, osteoporosis, kanker, beberapa penyakit lainnya. Menurut At-Tarmidzi
dan Ibn Majah, Nabi s.a.w bersabda, "Makanlah minyak zaitun, dan
sapulah kulitmu dengannya kerana ia datang dari pohon yang diberkati." Hadits ini mengisyaratkan bahwa minyak
zaitun ini juga mempunyai manfaat
sebagai kecantikan kulit manusia.
Apabila ditengok dari segi ilmu pengetahuan minyak zaitun mengandung berbagai komponen yang sangat baik untuk kesehatan. Minyak
zaitun ini tersusun dari beberapa komponen asam lemak. Komponen yang terkandung
dalam minyak zaitun tercantum seperti pada tabel.
Komponen
|
Kandungan
|
Asam palmitat
|
14%
|
Asam
palmioleat
|
1%
|
Asam stearat
|
2%
|
Asam oleat
|
71%
|
Asam linoleat
|
10%
|
Asam
linolenat
|
< 1%
|
alfa-tokoferol
|
119 mg/kg
|
tokoferol
|
7 mg/kg
|
Fungsi komponen dalam minyak zaitun :
·
MUFA (Asam Oleat)
Minyak zaitun didominasi oleh kandungan
asam oleat. Asam oleat (monosaturated
fatty acid) merupakan asam lemak esensial,
artinya zat yang dibutuhkan tubuh namun tubuh tidak dapat membuat atau
membentuk asam lemak tersebut. Menurut Endang Peddyawati (2008), asam oleat
memiliki beberapa fungsi yaitu :
-
Sebagai sumber
energi
-
Merupakan zat
antioksidan yang berfungsi untuk menghambat kanker
-
Menurunkan
kadar kolesterol
-
Sebagai media
pelarut vitamin A, D, E, K
-
Setelah asam
oleat memasuki tubuh, asam oleat akan mengalami proses metabolisme dan diubah
menjadi asam lemak tidak jenuh berantai panjang yang lazim disebut PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid). PUFA
merupakan komponen dari dinding sel tubuh, terutama sel saraf dan sel retina
mata.
Menurut Lowson (1994), asam lemak tak jenuh tunggal akan menurunkan serum total kolesterol dan
menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) tanpa menurunkan HDL (High Density
Lipoprotein). Baik PUFA maupun MUFA keduanya mampu menurunkan kadar LDL dalam tubuh. LDL (kolesterol jahat) memiliki komponen kolesterol yang tinggi dan
protein yang sangat rendah. Sedangkan HDL (kolesterol baik) memiliki kandungan
kolesterol yang rendah dan protein tinggi. Peningkatan kadar LDL dan penurunan
kadar HDL mampu meningkatkan resiko penyakit jantung.
·
PUFA (Linoleat dan Linolenat)
Asam lemak linoleat dalam
minyak zaitun jumlahnya mencapai 10%. LA dan LNA dalam minyak zaitun merupakan
asam lemak esensial. LA dan LNA melalui proses desaturasi dan elonggasi di
dalam sel tubuh manusia diubah berturut turut menjadi long chain n-6 PUFA
(omega 6) dan long chain n-3 PUFA (omega 3).
Omega-3, omega-6 dan omega-9 telah terbukti berperan dalam
pertumbuhan dan perkembangan, serta mencegah beberapa penyakit kronis.
Peningkatan omega-3 dalam membran dapat menghasilkan anti inflamasi, anti
agregratori, vasodilator efek
asam lemak. Omega-3 telah dibuktikan memiliki daya potensi hipotriglyceridemic
efect, menurunkan lipemia dan
mencegah ventrtkular arrhythmian. Peningkatan omega-6 mampu meningkatkan
prostaglandin, thombroan, leukotrin, hidroxy fatty acid
dan lipoxin yang jauh lebih tinggi dibanding omega-3 dan EPA. Konsumsi
omega-6 yang dianjurkan 3-8% energi dan omega-3 0,5-2,5%
energi (Winarno 2008).
·
Tokoferol (Vitamin E)
Komponen minyak zaitun
yang tidak kalah pentingnya yaitu tokoferol. Jumlahnya yang cukup banyak dalam
minyak ini merupakan sumber vitamin E yang baik untuk kulit manusia. Peranan
vitamin E antara lain adalah sebagai antioksidan dan mencegah terjadinya peroksidasi
lipid.
Tokoferol merupakan
antioksidan utama dalam membran sel meskipun konsentrasinya hanya 1 molekul
untuk 2.000-3.000mol fospolipida. Tokoferol mampu melindungi sel dengan cara
menghambat proses oksidasi asam lemak tidak jenuh membran. Tokoferol juga
berperan dalam pemasangan pirimidin asam nukleat, pembentukan sel darah merah
dan sintesis koenzim A (Muchtadi 2006).
·
Senyawa Fenol
Komponen
fenol yang terdapat dalam minyak zaitun diantaranya hidroksotirosol, lignan,
oleorupein, dan tirosol. Komponen ini mampu mencegah terjadinya osteoporosis
tulang. Hidroksitirosol dan tirosol juga mampu menjadi anti inflamantory. Penelitian terhadap virgin olive oil (tinggi kadar polyphenol) ternyata dapat meningkatkan kadar
HDL (kolesterol baik) lebih baik dari dua jenis tipe minyak zaitun lainnya.
Juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan oksidasi yang terjadi
akibat kolesterol LDL
Subhanallah, begitu banyaknya keistimewaan yang terkandung dalam zaitun dan manfaat kesehatan yang terkandung didalamnya,,
so...ayoo kita konsumsi zaitun....
Referensi :
Lowson
Harry. 1994. Food Oils and Fat. New York : A
division of international Thomson Publishing Inc
Peddyawati, Endang. 2008. Lemak, Kawan yang Bisa Jadi Lawan. Available [terhubung] : http://benih.net/lemak-kawan-yang-bisa-jadi-lawan.
Winarno
FG. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor : M-Brio Press.
Muchtadi
D, dkk. 2006. Metabolisme Zat Gizi Pangan. Jakarta : Universitas Terbuka
