Selasa, 29 Mei 2012

Minyak Zaitun "minyak warisan sarat manfaat"


Dalam Al-Qur’an Allah berulang kali menyebutkan kata zaitun yaitu sebanyak tujuh kali, bahkan Allah bersumpah dengan nama zaitun sebagaimana firman-Nya,
“Demi buah Tin dan buah zaitun”(Q S. At Tiin :1)
Firman Allah yang menyebutkan tentang buah zaitun yang lain yaitu,
 “Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkah, yakni pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nur: 35)
 Rosulullah SAW bahkan telah mengkonsumsi minyak zaitun  secara rutin. Selama ini minyak zaitun telah dipercaya mampu memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh. Penelitian saat ini menyatakan bahwa minyak zaitun  mampu mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung, osteoporosis, kanker, beberapa penyakit lainnya. Menurut At-Tarmidzi dan Ibn Majah, Nabi s.a.w bersabda, "Makanlah minyak zaitun, dan sapulah kulitmu dengannya kerana ia datang dari pohon yang diberkati." Hadits ini mengisyaratkan bahwa minyak zaitun ini juga mempunyai manfaat sebagai kecantikan kulit manusia.
Apabila ditengok dari segi ilmu pengetahuan minyak zaitun mengandung berbagai komponen yang sangat baik untuk kesehatan. Minyak zaitun ini tersusun dari beberapa komponen asam lemak. Komponen yang terkandung dalam minyak zaitun tercantum seperti pada tabel.

Komponen
Kandungan
Asam palmitat
14%
Asam palmioleat
1%
Asam stearat
2%
Asam oleat
71%
Asam linoleat
10%
Asam linolenat
< 1%
alfa-tokoferol
119 mg/kg
tokoferol
7 mg/kg



Fungsi komponen dalam minyak zaitun :
·         MUFA (Asam Oleat)
Minyak zaitun didominasi oleh kandungan asam oleat. Asam oleat (monosaturated fatty acid) merupakan asam lemak esensial, artinya zat yang dibutuhkan tubuh namun tubuh tidak dapat membuat atau membentuk asam lemak tersebut. Menurut Endang Peddyawati (2008), asam oleat memiliki beberapa fungsi yaitu :
-          Sebagai sumber energi
-          Merupakan zat antioksidan yang berfungsi untuk menghambat kanker
-          Menurunkan kadar kolesterol
-          Sebagai media pelarut vitamin A, D, E, K
-          Setelah asam oleat memasuki tubuh, asam oleat akan mengalami proses metabolisme dan diubah menjadi asam lemak tidak jenuh berantai panjang yang lazim disebut PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid). PUFA merupakan komponen dari dinding sel tubuh, terutama sel saraf dan sel retina mata.
Menurut Lowson (1994), asam lemak tak jenuh tunggal  akan menurunkan serum total kolesterol dan menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) tanpa menurunkan HDL (High Density Lipoprotein). Baik PUFA maupun MUFA keduanya mampu menurunkan kadar LDL dalam tubuh. LDL (kolesterol jahat) memiliki komponen kolesterol yang tinggi dan protein yang sangat rendah. Sedangkan HDL (kolesterol baik) memiliki kandungan kolesterol yang rendah dan protein tinggi. Peningkatan kadar LDL dan penurunan kadar HDL mampu meningkatkan resiko penyakit jantung.
·         PUFA (Linoleat dan Linolenat)
Asam lemak linoleat dalam minyak zaitun jumlahnya mencapai 10%. LA dan LNA dalam minyak zaitun merupakan asam lemak esensial. LA dan LNA melalui proses desaturasi dan elonggasi di dalam sel tubuh manusia diubah berturut turut menjadi long chain n-6 PUFA (omega 6) dan long chain n-3 PUFA (omega 3).
Omega-3, omega-6 dan omega-9 telah terbukti berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan, serta mencegah beberapa penyakit kronis. Peningkatan omega-3 dalam membran dapat menghasilkan anti inflamasi, anti agregratori, vasodilator efek asam lemak. Omega-3 telah dibuktikan memiliki daya potensi hipotriglyceridemic efect, menurunkan lipemia dan mencegah ventrtkular arrhythmian. Peningkatan omega-6 mampu meningkatkan prostaglandin, thombroan, leukotrin, hidroxy fatty acid dan lipoxin yang jauh lebih tinggi dibanding omega-3 dan EPA. Konsumsi omega-6 yang dianjurkan 3-8% energi dan omega-3 0,5-2,5% energi (Winarno 2008).  
·         Tokoferol (Vitamin E)
Komponen minyak zaitun yang tidak kalah pentingnya yaitu tokoferol. Jumlahnya yang cukup banyak dalam minyak ini merupakan sumber vitamin E yang baik untuk kulit manusia. Peranan vitamin E antara lain adalah sebagai antioksidan dan mencegah terjadinya peroksidasi lipid.
Tokoferol merupakan antioksidan utama dalam membran sel meskipun konsentrasinya hanya 1 molekul untuk 2.000-3.000mol fospolipida. Tokoferol mampu melindungi sel dengan cara menghambat proses oksidasi asam lemak tidak jenuh membran. Tokoferol juga berperan dalam pemasangan pirimidin asam nukleat, pembentukan sel darah merah dan sintesis koenzim A (Muchtadi 2006).
·         Senyawa Fenol

Komponen fenol yang terdapat dalam minyak zaitun diantaranya hidroksotirosol, lignan, oleorupein, dan tirosol. Komponen ini mampu mencegah terjadinya osteoporosis tulang. Hidroksitirosol dan tirosol juga mampu menjadi anti inflamantory. Penelitian terhadap virgin olive oil (tinggi kadar polyphenol) ternyata dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) lebih baik dari dua jenis tipe minyak zaitun lainnya. Juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan oksidasi yang terjadi akibat kolesterol LDL


Subhanallah, begitu banyaknya keistimewaan yang terkandung dalam zaitun dan manfaat kesehatan yang terkandung didalamnya,, 
so...ayoo kita konsumsi zaitun....


Referensi :
Lowson Harry. 1994. Food Oils and Fat. New York : A  division of international Thomson Publishing Inc
Peddyawati, Endang. 2008. Lemak, Kawan yang Bisa Jadi Lawan. Available [terhubung] : http://benih.net/lemak-kawan-yang-bisa-jadi-lawan
Winarno FG. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor : M-Brio Press.
Muchtadi D, dkk. 2006. Metabolisme Zat Gizi Pangan. Jakarta : Universitas Terbuka

Kurma "buah sarat manfaat"

Berbicara tentang "kurma" pasti langsung terlintas rasanya yang manis. Buah asal Timur Tengah ini jadi salah satu buah wajib saat bulan puasa. Di balik bentuknya yang kecil nan imut ini tersimpan manfaat yang luar biasa. kurma selain mengandung gula yang tinggi juga mengandung beberapa jenis vitamin dan memiliki kandungan serat yang tinggi. Vitamin yang terkandung dalam kurma diantaranya adalah vitamin A, B1, B2, dan Niasin. Selain itu kurma juga mengandung beberapa mineral diantaranya potasium, kalsium dan besi.

Buah kurma tinggi akan serat pangan. serat pangan ini sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Serat pangan ini dapat menunda rasa  lapar (memperlama rasa kenyang) sehingga sangat baik untuk dikonsumsi saat puasa. Vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata dan vitamin B1 sangat penting sebagai koenzim beberapa jenis enzim. Mineral yang terkandung dalam buah ini juga memiliki fungsi yang baik untuk kesehatan, seperti kalsium untuk pembentukan tulang dan potasium untuk kesehatan jantung.

Dibalik segala manfaat yang terkandung di dalamnya, Allah ternyata beberapa kali menyebutkan kata kurma dalam beberapa ayat diantaranya Ar-Rahman :11, Qaff :10, Ar-Ra'du :4, Asyuara :148 dan beberapa ayat lainnya. So ayo kita biasakan konsumsi kurma untuk meraih segala manfaat di dalamnya..